Kalau perbuatan-perbuatan kita tidak didasarkan pada pengabdian
yang rendah hati (tawadhu’) kepada Allah, maka perbuatan-perbuatan tersebut
tidak akan menunjukkan hasilnya dan tidak terbebas dari kepalsuan serta
kemusyrikan (menyekutkan Allah) secara halus.
Bila kita menginginkan reputasi atau penghargaan, maka buah dari
perbuatan kita yang seperti itu akan asam dan busuk, karena sifat dunia yang
selalu berubah.
Pencari spiritual yang sukses tidak mempedulikan apa yang muncul
sebagai hasil akhir perbuatan, karena ia merasakan rahmat-Nya sejak awal
penyerahan-dirnya kepada Allah SWT

Komentar
Posting Komentar